Menentukan harga rumah bukanlah perkara mudah. Banyak pemilik rumah yang mengira mereka bisa menetapkan harga hanya berdasarkan perkiraan atau emosi, padahal proses ini memerlukan riset, perhitungan matang, dan pemahaman pasar. Salah sedikit saja, rumah bisa terlalu lama di pasaran atau justru terjual dengan harga jauh di bawah nilai sebenarnya.
Sayangnya, masih banyak kesalahan fatal yang sering dilakukan dalam proses ini. Dari memasang harga terlalu tinggi karena faktor emosional hingga mengabaikan kondisi pasar sekitar, semua itu bisa menghambat penjualan. Untuk itu, penting bagi Anda mengetahui cara menentukan harga rumah yang tepat agar tidak merugikan diri sendiri maupun menyulitkan calon pembeli.
Kesalahan Fatal Saat Menentukan Harga Rumah

1. Memasang Harga Terlalu Tinggi
Kesalahan yang pertama adalah pemilik rumah memasang harga jual yang terlalu tinggi karena ada faktor emosional. Pemilik menilai rumah secara objektif seperti merasa bahwa rumahnya istimewa dan dinilai berada di lokasi strategis.
Namun, ia tidak membandingkan harga rumah di wilayah tersebut. Dampaknya, rumah akan sulit terjual karena harga yang dipatok kurang realistis.
Baca Juga: 10 Faktor yang Memengaruhi Harga Rumah, Sudah Tahu?
2. Mematok Harga Terlalu Rendah
Sebaliknya, memasang harga yang terlalu rendah juga merupakan kesalahan fatal saat menentukan harga rumah. Secara umum, pemilik yang mematok rumah dengan harga rendah menginginkan rumahnya terjual secara cepat.
Meskipun cara itu terdengar seperti solusi, strategi tersebut bisa merugikan pemilik. Potensi mendapatkan jutaan hingga puluhan juta rupiah akan sirna begitu saja. Selain itu, harga yang terlalu murah berpotensi menimbulkan kecurigaan di sisi calon pembeli.
3. Tidak Melakukan Riset
Tidak melakukan riset adalah kesalahan besar dalam menjual rumah. Dengan tidak melakukannnya proses ini, tandanya pemilik tidak membandingkan harga rumahnya dengan rumah yang lain dan tidak mengerti tren pasar saat ini.
Cara Menentukan Harga Rumah yang Benar

Lalu, bagaimana cara menentukan harga jual rumah? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tidak kehilangan uang jutaan rupiah kemudian hari.
1. Lakukan Riset Secara Langsung Maupun Online
Langkah pertama adalah dengan melakukan riset secara langsung maupun online. Dikutip dari CNBC, ahli ekonomi Joe Berner dari Realtor.com menyarankan bahwa pemilik rumah wajib melakukan riset harga rumah yang memiliki ukuran, fasilitas, dan kondisi yang sama.
Dengan melakukan riset, Anda bisa mempertimbangkan harga jual yang sesuai dengan ukuran rumah di wilayah tersebut. Langkah ini akan menghentikan Anda sebelum kehilangan jutaan rupiah karena salah mematok harga.
Baca Juga: Rumah Sulit Dijual? Ini 7 Alasan dan Solusinya!
2. Cek NJOP
Jika langkah pertama masih membingungkan, cara menentukan harga rumah selanjutnya adalah dengan menghitung berdasarkan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak). NJOP adalah salah satu dasar pengenaan Pajak Bumi Bangunan (PBB) yang ditetapkan oleh pemerintah.
Caranya cukup mudah, Anda hanya tinggal menambahkan NJOP tanah dan NJOP bangunan saja. Berikut simulasi penghitungannya:
Contoh:
Misalkan Anda memiliki rumah di kawasan Surabaya Selatan dengan spesifikasi sebagai berikut:
- Luas tanah: 100 meter persegi
- Luas bangunan: 70 meter persegi
- NJOP tanah: Rp3.500.000 per meter persegi
- NJOP bangunan: Rp2.000.000 per meter persegi
Maka perhitungannya adalah:
- Nilai tanah = 100 m² × Rp3.500.000 = Rp350.000.000
- Nilai bangunan = 70 m² × Rp2.000.000 = Rp140.000.000
- Total estimasi harga rumah berdasarkan NJOP = Rp490.000.000
Sebagai patokan awal, Anda jangan sampai menjual rumah di bawah Rp490 juta. Namun, masih banyak faktor lain dalam menentukan harga jual.
3. Pertimbangkan Harga Renovasi
Anda telah melakukan renovasi rumah agar rumah terlihat lebih baik? Pertimbangkan penambahan harga renovasi tersebut ke dalam harga jual rumah Anda nanti. Sebab, renovasi rumah bisa menambah nilai jual rumah hingga rumah semakin cepat terjual.
4. Pertimbangkan Kondisi dan Fasilitas Rumah
Selain harga renovasi, Anda juga wajib untuk mempertimbangkan kondisi dan fasilitas rumah. Sebagai contohnya, rumah yang baru direnovasi, memiliki taman, carport, atau kamar mandi dalam di setiap kamar tentu memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding rumah dengan fasilitas standar.
Begitu juga dengan kondisi atap, dinding, lantai, dan instalasi listrik atau air bersih. Semuanya harus masuk dalam pertimbangan saat menentukan harga. Pembeli akan melihat apakah rumah siap huni atau perlu renovasi tambahan, dan hal ini akan sangat memengaruhi penawaran mereka.
Baca Juga: Tips Menjual Rumah Agar Cepat Laku
5. Konsultasi dengan Agen Properti Berpengalaman
Cara menentukan harga rumah yang terakhir adalah dengan berkonsultasi kepada agen properti berpengalaman. Seorang agen memiliki pemahaman pasar yang tajam, termasuk tren harga terkini, preferensi pembeli, dan kelebihan maupun kekurangan dari properti Anda.
Mereka dapat memberikan estimasi harga yang lebih akurat dan objektif, dibanding Anda menebak sendiri. Selain itu, agen juga bisa membantu strategi pemasaran agar rumah cepat terjual dengan harga optimal.
Jangan lupa juga untuk mempromosikan rumah Anda di situs jual beli properti seperti A&A Indonesia. Dengan berkonsultasi dengan agen properti dan beriklan di platform jual beli rumah terpercaya, rumah Anda akan berpotensi lebih cepat untuk terjual.
Tunggu apa lagi? Segera jual dan sewa properti Surabaya Anda melalui agen properti A&A Indonesia.


