Properti komersial dan residensial sering menjadi perdebatan saat membicarakan tentang investasi properti. Keduanya memang sama-sama menguntungkan, apalagi ahli memprediksi bahwa kedua jenis aset tersebut akan tumbuh 15-18% year over year pada 2025, dikutip dari Antara News.
Walau menguntungkan, Anda tetap wajib memahami karakteristik masing-masing jenis properti, termasuk kelebihan dan kekurangannya. Dengan begitu, Anda bisa menentukan pilihan investasi yang paling sesuai dengan tujuan finansial dan kapasitas modal Anda.
Tanpa berlama-lama lagi, simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Properti Komersial?
Properti komersial adalah properti difungsikan untuk keberlangsungan suatu bisnis atau usaha. Beberapa contoh properti komersial ada kantor, ruko, rukan, pusat perbelanjaan, dan lain sebagainya. Biasanya disewakan kepada pelaku usaha untuk kegiatan operasional mereka.
Kelebihan
- Peluang pendapatan lebih tinggi: Harga sewa biasanya lebih mahal dibanding residensial karena mendukung kegiatan usaha.
- Pendapatan stabil: Properti komersial sering disewakan tahunan, sehingga investor berpeluang memiliki pendapatan yang stabil.
- Nilai properti naik lebih cepat: Properti di lokasi strategis komersial atau CBD (Central Business District) cenderung meningkat cepat seiring pertumbuhan bisnis di sekitarnya.
- Biaya perawatan gedung dialihkan ke penyewa: Dalam banyak kasus, penyewa bertanggung jawab atas biaya maintenance harian.
Baca Juga: 3 Keuntungan Investasi Properti Komersial di Tegalsari Surabaya
Kekurangan
- Modal awal besar: Investor butuh dana lebih besar di awal karena harganya lebih tinggi daripada properti residensial.
- Risiko kekosongan tinggi: Beda dengan residensial yang sering dicari untuk menjadi hunian, sulit untuk mencari pengganti tenant jika tidak memperpanjang kontrak. Apalagi, lokasi properti kurang strategis.
- Terpengaruh kondisi ekonomi: Saat ekonomi lesu, bisnis bisa tutup dan terjadi kekosongan pada properti tersebut.
Apa Itu Properti Residensial?
Sedangkan, properti residensial adalah jenis properti yang ditujukan untuk tempat tinggal. Contohnya adalah rumah tapak, rumah inden, apartemen, hingga kos-kosan. Jenis ini paling umum dimiliki oleh investor pemula.
Kelebihan
- Mudah disewakan: Kebutuhan tempat tinggal selalu ada, sehingga lebih mudah disewakan.
- Modal lebih rendah: Harga beli lebih terjangkau dibanding properti komersial. Ada sistem KPR: Ada sistem kredit jadi lebih menarik di mata calon pembeli maupun penyewa.
Baca Juga: Peluang Investasi Properti di Surabaya Pusat
Kekurangan
- Pengembalian lebih rendah: Return cenderung lebih kecil dibanding komersial.
- Penyewa lebih fluktuatif: Individu atau keluarga bisa pindah kapan saja, lebih berisiko keterlambatan pembayaran.
- Kenaikan nilai cenderung lambat: Bergantung pada perkembangan wilayah dan infrastruktur.
Jadi, Lebih Untung Investasi Properti Komersial atau Residensial?
Jawaban atas pertanyaan ini sangat bergantung pada profil dan tujuan Anda sebagai investor. Jika Anda lebih mengutamakan stabilitas, kemudahan likuidasi, serta ingin meminimalkan risiko, maka properti residensial bisa menjadi pilihan yang aman dan cocok, terutama bagi investor pemula.
Sebaliknya, jika Anda memiliki modal lebih besar dan siap menghadapi fluktuasi pasar, properti komersial menawarkan potensi keuntungan jangka panjang yang lebih tinggi. Sewa yang lebih besar dan nilai tambah yang cepat di lokasi strategis menjadi daya tarik utama dari properti jenis ini.
Baca Juga: Tips Cerdas Investasi Properti di Surabaya, Agar Untung Besar
Mulai Investasi Properti dengan A&A Indonesia
Apapun jenis propertinya, pastikan Anda berinvestasi bersama mitra terpercaya. A&A Indonesia hadir sebagai solusi properti profesional dengan listing komersial dan residensial terlengkap.
Didukung agen properti berpengalaman, kami bantu Anda memilih properti sesuai kebutuhan investasi, lokasi strategis, dan potensi return terbaik. Cek listing properti terbaru kami di sini!


