Mau Pakai Jasa Desain Interior? Ini Tahapan Konsultasi dari Ahli!

A&A Indonesia

1 Agustus 2025 pukul 07.39

Jasa Desain Interior

Ingin bekerja sama dengan jasa desain interior untuk rumah, apartemen, atau ruang usaha Anda, tapi belum tahu harus mulai dari mana? Proses mendesain sebuah ruangan tidak hanya soal keindahan, tapi juga fungsi, kenyamanan, dan penyesuaian dengan anggaran. Kami berbincang langsung dengan Briggita Celine, seorang desainer interior asal Surabaya yang sudah berpengalaman menangani proyek-proyek komersial maupun residensial.

Dalam artikel ini, Celine memaparkan secara rinci proses kerja sama antara desainer interior dan klien dari awal hingga akhir. Berikut adalah tahapan-tahapan penting yang perlu Anda ketahui sebelum memulai proyek desain interior bersama profesional:

Baca JugaKisah Agen Properti Sukses: Rahasia Pak Gun & Bu Ana Membangun A&A Indonesia

Cara Kerja Sama dengan Desainer Interior

Briggita Celine, Desainer Interior dan Founder Oshu Studio.

Briggita Celine, Desainer Interior dan Founder Oshu Studio. (Foto: A&A Indonesia)

1. Konsultasi Awal dan Sesi Pengenalan

Tahap pertama dalam kerja sama dengan jasa desain interior dimulai dari komunikasi awal, biasanya melalui chat atau telepon. Setelah itu, klien dan desainer akan menjadwalkan pertemuan langsung. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk saling mengenal, menyamakan visi, dan membicarakan kebutuhan desain secara umum.

“Biasanya pertemuan pertama itu untuk get to know dulu,” ungkap Celine. “Kita bahas layout, keinginan klien seperti apa, dan sekalian kita juga bahas quotation-quotation awal.”

Pada sesi ini, klien bebas menyampaikan ide-idenya, termasuk menunjukkan referensi desain yang disukai. Di sisi lain, desainer akan mulai mengevaluasi kebutuhan ruang dan kemungkinan solusi yang bisa ditawarkan.

2. Penyesuaian Desain Sesuai Referensi dari Klien

Agar sesi konsultasi desain interior berjalan efektif, klien sebaiknya datang dengan sejumlah dokumen dan referensi yang relevan. Hal ini sangat membantu desainer untuk memahami ruang yang akan dikerjakan, serta selera dan gaya desain yang diinginkan.

“Yang pasti foto lokasi, denah, dan referensi dari Instagram atau TikTok sangat membantu,” jelas alumnus Universitas Ciputra tersebut.

Dengan membawa referensi, klien tidak hanya mempermudah komunikasi, tapi juga mempercepat proses pencarian konsep desain yang sesuai. Desainer pun bisa langsung memberikan arahan atau koreksi jika referensi tersebut tidak sesuai dengan fungsi ruang atau kebutuhan pengguna.

3. Penyusunan Konsep Desain

Setelah sesi perkenalan dan pengumpulan data selesai, desainer akan masuk ke tahap pembuatan concept board. Ini adalah gambaran awal desain interior yang mencakup pilihan warna, tekstur, elemen bentuk, dan arah gaya yang akan dipakai. Untuk proyek komersial seperti toko atau kafe, identitas brand juga akan dibahas dalam tahap ini.

“Kita buat konsep desain dulu. Misalnya, mau warna dominan apa, bentuk-bentuk furniturnya seperti apa,” ujar founder dari Oshu Studio tersebut.

Baca JugaKisah Agen Properti Yenny: Konsistensi Selama 16 Tahun di Dunia Properti

4. Merancang Fungsi Ruang yang Nyaman

Setelah konsep disepakati, tahap selanjutnya adalah layouting, yakni penyusunan tata letak ruangan. Di tahap ini, desainer tidak hanya memikirkan penempatan furnitur, tapi juga memahami kebiasaan pengguna ruang untuk menciptakan tata letak yang nyaman.

“Kalau rumah tinggal, kita pelajari kebiasaan penghuninya dari pagi sampai malam. Kalau toko, kita pelajari aktivitas pegawainya. Misalnya, pegawai ini sering keluar masuk dari dapur ke kasir, atau butuh ruang gerak khusus,” kata Brigita.

Layout yang baik akan mempertimbangkan efisiensi ruang, kenyamanan pengguna, serta aksesibilitas. Bahkan untuk proyek seperti hotel atau restoran, desainer juga harus berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait, seperti staf dapur atau tim operasional, agar desain benar-benar fungsional.

5. Estimasi Waktu Pengerjaan

Durasi pengerjaan desain interior sangat bervariasi, tergantung pada jenis dan skala proyek. Proyek komersil rata-rata memakan waktu satu hingga tiga bulan. Sementara, berbeda untuk proyek rumah dan sebagainya.

“Tapi kalau misal rumah, itu biasanya dari empat bulan, enam bulan, satu tahun atau dua tahun, tergantung besar luasnya,” jelasnya.

6. Penyesuaian dengan Budget Klien

Salah satu peran penting desainer interior adalah menyesuaikan desain dengan budget yang dimiliki klien. Di sinilah keahlian dan pengalaman seorang desainer sangat dibutuhkan untuk menyiasati keterbatasan biaya tanpa mengorbankan estetika dan fungsi.

“Biasanya dari awal saya sudah tanya estimasi budget-nya. Misalnya klien punya budget 75–100 juta, pihak saya olah lagi desainnya di range segitu. Jadi kita pastikan tidak melebihi budget yang sudah ditentukan klien,” tegas Brigita.

Harga jasa desain interior pun bermacam-macam. Brigita membagi dua komponen biaya ini: jasa desain, dan pelaksanaan build (termasuk furniture dan elektronik, jika klien menginginkan). Secara umum, jasa desain interior dipatok dengan harga Rp300.000/meter. ada juga biaya build dan furniture.

“Kalau kliennya mau elektronik diurus sendiri, ya boleh. Tapi ada lagi klien yang include semua, sekalian sama elektroniknya. Nah, kita lumayan fleksibel, sih, masalah itu,” tambahnya.

Baca Juga5 Tips Beli Perabot Rumah Baru yang Hemat Tanpa Mengorbankan Gaya

7. Selalu Komunikasikan Kebutuhan Anda dengan Desainer

Proyek desain interior bisa memakan waktu berbulan-bulan. Karena itu, komunikasi yang terbuka dan jelas sejak awal sangat penting agar tidak terjadi miskomunikasi selama proses berlangsung. Brigita selalu menekankan pentingnya memahami karakter dan kebutuhan klien sejak awal.

“Saya biasanya langsung gali dulu: kliennya punya budget berapa, pengennya desain seperti apa. Harus pinter-pinter baca klien sih. Kalau dari awal sudah kuat tahap get to know-nya, biasanya proyek bisa jalan lebih mulus,” tuturnya.

Celine juga menambahkan bahwa desainer harus jujur kepada klien tentang batasan material, pilihan desain, dan konsekuensi dari setiap pilihan. Dengan begitu, keputusan yang diambil selama proses desain bisa disesuaikan dengan harapan dan kenyamanan klien.

Itu dia tahapan menggunakan jasa desain interior. Ingin mengetahui tips-tips tentang desain interior lainnya? Baca artikel terbaru seputar properti hanya di A&A Indonesia.

properti jual dan sewa

Sedang Cari Properti di Surabaya atau Kota Lainnya? Cari dengan Mudah di A&A Indonesia!

Temukan berbagai pilihan rumah, apartemen, ruko, gudang, hingga tanah dengan informasi lengkap dan proses yang aman bersama A&A Indonesia. Kami membantu Anda menemukan properti sesuai kebutuhan, baik untuk hunian pribadi maupun investasi, dengan lokasi strategis dan harga yang sesuai kebutuhan Anda.

Didukung tim agen properti yang telah berpengalaman dalam jual beli sewa properti selama lebih dari 19 tahun, kami siap mendampingi Anda dari pencarian hingga transaksi selesai.

Ingin langsung mencari rumah dijual di Surabaya? Cek listing terbaru kami sekarang!

Logo A&A Indonesia

A&A Indonesia merupakan perusahaan agen properti sejak tahun 2006 yang berpengalaman dalam membantu proses transaksi, mulai dari pencarian properti, negoisasi, hingga pendampingan legalitas. Budaya Kerja kami adalah FAMILY dengan menjunjung tinggi keyakinan (Faithful), saling menghargai (Appreciate), berpikiran terbuka dan positif (Mindset Positive), berintegritas tinggi (Integrity), mengindahkan rasa peduli (Love), serta bergerak dinamis dan inovatif mengikuti arus perkembangan (Youth)

A&A Indonesia juga mengembangkan situs jual beli properti yang menyediakan berbagai pilihan properti dijual dan disewakan di berbagai wilayah Indonesia. Melalui situs ini, pengguna dapat menemukan rumah, tanah, apartemen, hingga properti komersial yang mudah dicari sesuai kebutuhan hunian maupun investasi.

Temukan Kami Di
Darmo Permai Timur VI No. 2, Surabaya