Kualitas kredit properti di Indonesia mulai menunjukkan tanda tekanan di awal tahun 2026. Berdasarkan data Bank Indonesia yang dikutip dari Kontan, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) sektor properti naik dari 2,99% pada Februari 2025 menjadi 3,24% pada Februari 2026.
Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa semakin banyak debitur KPR yang mulai kesulitan membayar cicilan. Kondisi ini tidak terlepas dari melemahnya daya beli masyarakat, yang membuat beban finansial semakin terasa di tengah tekanan ekonomi saat ini.
Di sisi lain, penyaluran kredit properti justru masih tumbuh cukup tinggi, yaitu mencapai 13,7% secara tahunan (year on year). Artinya, jumlah kredit bermasalah tidak hanya meningkat dari sisi persentase, tetapi juga secara nominal karena total kredit yang beredar ikut bertambah.
Sejumlah ekonom menilai kondisi ini bukan sekadar siklus jangka pendek. Kombinasi antara kenaikan suku bunga, tekanan pendapatan, serta dampak dari kredit agresif di tahun-tahun sebelumnya mulai terasa secara bersamaan, dan berpotensi memengaruhi pasar properti ke depan.
Baca Juga: KPR Joint Income: Pengertian, Keuntungan Hingga Tips Mengajukannya
Apa Itu NPL dalam Properti?
Dikutip dari situs BTN.co.id, NPL atau Non-Performing Loan adalah istilah untuk menggambarkan kredit bermasalah, yaitu kondisi ketika debitur tidak mampu membayar cicilan pinjaman sesuai kesepakatan.
Dalam sektor properti, NPL paling sering terjadi pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kredit dikategorikan sebagai NPL ketika pembayaran cicilan menunggak dalam jangka waktu tertentu, umumnya 90 hari, sehingga masuk dalam kategori berisiko bagi bank.
Semakin tinggi rasio NPL, semakin besar risiko yang ditanggung oleh perbankan. Bagi pasar properti, kenaikan NPL juga menjadi indikator bahwa kondisi finansial masyarakat sedang tertekan.
Penyebab NPL Properti Naik di 2026

1. Daya Beli Masyarakat Menurun
Penurunan daya beli menjadi faktor utama meningkatnya NPL. Ahli ekonomi menyebut bahwa banyak masyarakat mengalami tekanan finansial sehingga kesulitan membayar cicilan properti.
2. Dampak Kenaikan Suku Bunga KPR
Kenaikan suku bunga berdampak langsung pada cicilan KPR, terutama bagi debitur yang sudah keluar dari periode bunga tetap.
“Di titik ini, cicilan bisa naik cukup signifikan. Masalahnya, kenaikan cicilan ini tidak diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan,” dikutip dari Yusuf, ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, melalui Kontan.
3. Risiko Skema KPR Fixed to Floating
Banyak produk KPR menggunakan skema fixed-to-floating, yang awalnya menawarkan cicilan ringan. Namun, setelah periode fixed berakhir, cicilan bisa melonjak cukup tinggi.
Menurut analisis ekonom, banyak debitur tidak sepenuhnya memahami perubahan ini sejak awal, sehingga kaget ketika cicilan meningkat drastis. Maka dari itu, penting untuk mengetahui skema KPR apa yang dipilih.
Baca Juga: KPR Bareng Pacar? Ketahui 4 Pertimbangan dan Risikonya!
4. Efek Penyaluran Kredit Agresif Sebelumnya
Kondisi saat ini juga merupakan dampak dari penyaluran kredit yang agresif pada periode 2021–2023, saat suku bunga rendah dan likuiditas longgar. Secara alami, kualitas kredit dari periode tersebut baru benar-benar diuji beberapa tahun kemudian, terutama ketika kondisi ekonomi mulai berubah.
Dampak NPL bagi Pasar Properti
Kenaikan NPL tidak hanya berdampak pada perbankan, tetapi juga pada pasar properti secara keseluruhan. Risiko kredit macet yang meningkat membuat bank cenderung lebih selektif dalam menyalurkan KPR.
Selain itu, tekanan ekonomi dan kenaikan cicilan membuat sebagian masyarakat menunda pembelian properti. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menahan laju pertumbuhan sektor properti.
Baca Juga: KPR Rumah: Pengertian, Keuntungan Hingga Strategi yang Tepat
Cari Properti Impian Anda Bersama A&A Indonesia
Memilih properti yang tepat membutuhkan pertimbangan yang matang, mulai dari lokasi, harga, hingga potensi jangka panjang. A&A Indonesia siap membantu Anda menemukan berbagai pilihan properti terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda.
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri properti Surabaya, A&A Indonesia memahami karakter pasar, tren harga, serta peluang investasi di berbagai kawasan strategis.
Tim agen properti kami akan mendampingi Anda mulai dari pencarian unit, konsultasi, hingga proses transaksi yang aman dan nyaman. Temukan berbagai pilihan properti seperti rumah, apartemen, ruko, hingga tanah sesuai kebutuhan Anda bersama A&A Indonesia.


