Saat merencanakan membeli rumah, banyak orang dihadapkan pada pilihan yang membingungkan antara rumah subsidi dan rumah komersil. Sekilas keduanya memang terlihat sama, baik dari segi pembayaran yang sama-sama bisa dilakukan secara kredit maupun tunai.
Namun, jika dipahami lebih lanjut keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan rumah subsidi dan komersil bisa dilihat dari berbagai faktor seperti, harga, fasilitas, maupun target pembelinya.
Oleh karena itu, memahami perbedaan rumah subsidi dan komersil menjadi langkah penting bagi Anda sebelum memutuskan membeli. Dengan pemahaman yang jelas, Anda dapat menyesuaikan pilihan rumah sesuai dengan kebutuhan, kondisi finansial, dan gaya hidup Anda.
Nah, setelah memahami pentingnya mengetahui perbedaan rumah subsidi dan komersil, mari kenali terlebih dahulu apa itu rumah subsidi dan rumah komersil?
Pengertian Rumah Subsidi

Ilustrasi Rumah Subsidi (Pexels.com)
Dilansir dari detik.com, rumah subsidi adalah rumah yang dipasarkan oleh pemerintah berdasarkan bantuan berupa hunian yang difasilitasi oleh APBN dengan harga yang terjangkau. Adapun syarat penerima rumah subsidi adalah masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi kriteria tertentu. Ketentuan-ketentuannya telah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 35 Tahun 2021.
Selain itu, batasan penghasilan MBR juga telah diatur dalam Keputusan Menteri (PUPR) Nomor 242/KPTS/M/2020 bahwa ada batasan tertentu bagi MBR yang ingin mengajukan KPR rumah subsidi. Hal ini menjelaskan bahwa rumah subsidi telah diatur oleh pemerintah agar program ini tepat sasaran.
Baca Juga : Mengenal Konsep Rumah Tapak, Apa Itu?
Kelebihan Rumah Subsidi
1. Harga Lebih Terjangkau
Rumah subsidi bisa menjadi solusi yang tepat bagi Anda yang masih ragu karena kondisi finansial yang terbatas. Harga rumah subsidi telah ditetapkan oleh pemerintah sehingga lebih terjangkau jika dibandingkan dengan rumah komersil.
2. Cicilan Lebih Ringan
Salah satu kelebihan rumah subsidi adalah adanya fasilitas pembiayaan melalui KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Dengan adanya program ini, Anda akan merasa lebih aman tanpa terpengaruh kenaikan suku bunga bank karena skema pembayaran per bulan yang terasa lebih ringan sebab bunga KPR yang diberikan bersifat tetap dan rendah.
3. Cocok Untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah
Rumah subsidi ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Meski spesifikasinya sederhana, hunian ini menjadi pilihan tepat untuk memiliki rumah pertama tanpa harus menunggu finansial mapan.
Kekurangan Rumah Subsidi
1. Lokasi Biasanya Jauh Dari Pusat Kota
Salah satu kekurangan rumah subsidi adalah lokasinya yang umumnya berada di pinggiran kota. Untuk sebagian orang, hal ini menjadi pertimbangan besar terutama bagi mereka yang bekerja atau beraktivitas di pusat kota. Jarak tempuh perjalanan yang mungkin lebih jauh atau biaya transportasi tambahan, sehingga harus dipikirkan dengan matang sebelum Anda membeli.
2. Luas Rumah Terbatas
Rumah subsidi memiliki standar ukuran luas yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Artinya, luas bangunan dan luas tanah relatif lebih kecil dibandingkan dengan rumah komersil.
3. Hanya Bisa Dimiliki Oleh Masyarakat yang Memenuhi Syarat Tertentu
Tidak semua orang berhak mendapatkan rumah subsidi. Program ini memang diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan berbagai syarat khusus yang harus dipenuhi. Dilansir dari tempo.co, syarat penerima rumah subsidi berdasarkan besaran penghasilan pokok KPR Sejahtera adalah 8 juta per bulan dengan paling lama jangka waktu cicilan subsidi 20 tahun.
Pengertian Rumah Komersil
Rumah komersil adalah hunian yang dibangun dan dipasarkan oleh developer tanpa campur tangan pemerintah. Rumah komersil memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan rumah subsidi karena pertimbangan oleh berbagai faktor seperti lokasi yang strategis, fasilitas, maupun fleksibilitasnya. Oleh karena itu, rumah komersil umumnya menyasar kalangan menengah hingga atas yang mengutamakan kenyamanan serta kualitas tempat tinggal.
Baca Juga : Perbedaan Primary Property dan Secondary Property
Kelebihan Rumah Komersil

Ilustrasi Rumah Komersil (Pexels.com)
1. Lokasi Rumah Strategis
Salah satu kelebihan rumah komersil yang menjadi daya tarik utamanya adalah lokasinya yang cenderung strategis. Rumah komersil dibangun di kawasan yang ramai dan dekat dengan pusat kota dengan akses transportasi, perbelanjaan, kuliner, dan fasilitas umum yang memiliki mobilitas sehari-hari dengan efisien.
2. Tipe Ukuran dan Desain Bervariatif
Berbeda dengan rumah subsidi yang cenderung memiliki standar ukuran, rumah komersil memiliki desain yang variatif. Anda bisa memilih tipe ukuran dan desain rumah sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup Anda sehingga terasa lebih personal dan fleksibel.
3. Tidak Ada Syarat Khusus Pembeli Rumah
Selain itu, tidak ada batasan atau syarat khusus bagi calon pembeli sehingga siapapun yang memiliki finansial memadai dapat membeli rumah komersil baik untuk hunian impian Anda maupun untuk investasi jangka panjang.
Kekurangan Rumah Komersil
1. Harga yang Lebih Tinggi
Kekurangan rumah komersil adalah umumnya dipatok dengan harga yang tinggi. Jika dibanding dengan rumah subsidi, rumah komersil cenderung lebih mahal karena menawarkan fasilitas lebih lengkap, variasi desain beragam, serta aksesibilitas yang fleksibel sesuai preferensi pembeli.
2. Skema KPR Non-Subsidi
Selain itu, rumah komersil mengikuti skema KPR non-subsidi yang biasanya menggunakan bunga floating (mengambang) setelah periode fixed selesai. Artinya, dengan seiring naiknya suku bunga, cicilan bulanan rumah komersil cenderung lebih besar dan semakin naik. Dengan demikian, pembeli rumah komersil perlu menyiapkan strategi finansial jangka panjang karena cicilan dengan bunga floating ini bisa terasa cukup berat.
Perbedaan Rumah Subsidi dan Rumah Komersil

Beda Rumah Subsidi dan Komersil (Pexels.com)
Setelah memahami pengertian, kelebihan, dan kekurangan masing-masing jenis rumah, sekarang saatnya melihat lebih detail apa saja yang menjadi perbedaan rumah subsidi dan komersil. Dengan memahami perbedaan ini, Anda bisa lebih mudah menimbang pilihan mana yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi finansial.
1. Harga dan Skema Pembiayaan
Perbedaan rumah subsidi dan rumah komersil yang paling signifikan ada pada sisi harga dan pembiayaan. Rumah subsidi dijual dengan harga lebih terjangkau karena mendapat bantuan dari pemerintah, ditambah dengan skema cicilan KPR FLPP yang memiliki bunga tetap dan ringan sepanjang tenor.
Di sisi lain, rumah komersil ditawarkan dengan harga pasar yang relatif lebih tinggi, disertai cicilan yang mengikuti bunga bank dan dapat berubah seiring waktu.
2. Lokasi dan Fasilitas
Dari segi lokasi, perbedaan rumah subsidi dan komersil cenderung berbeda. Rumah subsidi biasanya dibangun di area pinggiran kota dengan fasilitas standar. Rumah komersil umumnya berada di lokasi strategis dekat pusat kota, dengan fasilitas fleksibel dan mobilitas mudah.
3. Syarat Kepemilikan
Disamping itu, perbedaan rumah subsidi dan komersil dapat diketahui dari syarat kepemilikan properti. Jika rumah subsidi diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan syarat tertentu, rumah komersil justru bebas dimiliki siapa saja, baik untuk hunian maupun investasi properti tanpa batasan khusus.
Baca Juga : Rumah Inden vs Ready Stock, Simak Kelebihan dan Kekurangannya
Beli Rumah Komersil Mudah dan Aman di A&A Indonesia
Ingin membeli rumah atau properti sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda? Jangan khawatir, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan agen kami di A&A Indonesia yang telah berpengalaman dalam bidang jual beli sewa rumah. Dengan pendampingan agen properti profesional, proses mendapatkan rumah idaman akan menjadi lebih mudah, aman, dan terpercaya.
Kini saatnya mewujudkan hunian impian tanpa repot. Lihat berbagai listing rumah dijual atau disewa terbaru kami dan temukan rumah idaman Anda di sini.

