Kesan pertama adalah hal yang penting saat menjual atau menyewakan rumah. Salah satu hal yang sering diabaikan penjual rumah adalah aroma ruangan. Ruangan yang bau apek bisa membuat calon pembeli atau penyewa merasa kurang nyaman, bahkan mengurungkan niat.
Agar properti Anda tampil maksimal dan menarik di mata calon pembeli, berikut lima tips sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mencegah ruangan bau apek.
Tips Agar Ruangan Tidak Bau Apek

1. Pastikan Sirkulasi Udara Lancar
Tips pertama agar ruangan tidak bau apek adalah memastikan sirkulasi udara lancar. Sebelum ada kunjungan dari klien, pastikan semua jendela dan pintu dibuka untuk memperlancar aliran udara.
Untuk mempercepat sirkulasi udara, Anda bisa menggunakan kipas angin di ruangan yang lembap. Jangan lupa untuk rutin membersihkan ventilasi dan saluran udara untuk menghindari penumpukan debu dan jamur yang menyebabkan adanya aroma tidak sedap di rumah.
Baca Juga: 7 Tren Warna Cat Rumah 2025, Bikin Rumah Makin Estetik!
2. Gunakan Dehumidifier untuk Mengontrol Kelembapan
Tips yang kedua adalah gunakan dehumidifer agar kelembapan ruangan tetap ideal. Dengan menggunakan barang tersebut, ruangan bisa lebih segar dan menghindari pertumbuhan jamur.
Lalu, bagaimana jika tidak memiliki dehumidifier? Anda bisa membuat dehumidifier yang berasal dari garam batu.
Caranya, siapkan garam batu dan dua ember (atau wadah lain seperti mangkuk). Buat beberapa lubang di dasar ember pertama, lalu letakkan di dalam ember kedua yang lebih besar. Isi ember berlubang dengan garam batu, kemudian tempatkan di area lembap. Pastikan untuk rutin mengosongkan ember luar saat cairan mulai terkumpul.
3. Rutin Membersihkan Seluruh Area Rumah
Calon klien pasti tidak akan memilih rumah yang kotor dan penuh debu. Maka, pastikan bahwa seluruh bagian rumah, termasuk karpet, tirai, sofa, dan lainnya dibersihkan secara rutin. Adanya sisa makanan dan debu yang menumpuk dapat menimbulkan bau tidak sedap dan membuat ruangan terasa pengap.
Anda bisa memanfaatkan produk pengharum ruangan yang memiliki aroma segar, seperti lemon atau lavender. Dengan menggunakan produk itu, aroma harum dan segar bisa tercium di hunian yang ditawarkan.
Baca Juga: 7 Ciri Rumah Japanese Style yang Bikin Tenang Hati
4. Gunakan Aromaterapi atau Pewangi Ruangan Alami
Selain dehumidifier, Anda juga bisa menggunakan aromaterapi seperti diffuser dengan essential oil. Beberapa rekomendasi aroma yang menenangkan dan membuat harum rumah, seperti citrus, lavender, atau peppermint.
Gunakan lilin aromaterapi atau potpourri juga di beberapa sudut rumah bisa menjadi sentuhan kecil yang membuat calon pembeli betah lebih lama.
5. Identifikasi dan Atasi Sumber Bau
Sebelum memperlihatkan rumah kepada calon pembeli, pastikan tidak ada sumber bau tersembunyi, seperti karpet lembap, perabotan basah, atau kebocoran kecil. Perbaiki kerusakan, keringkan area yang basah, dan pastikan rumah dalam kondisi optimal agar memberikan kesan positif sejak langkah pertama calon pembeli masuk.
Baca Juga: 6 Cara Menata Rumah Kecil Agar Terasa Luas
Ruangan yang segar dan bebas bau apek bisa menjadi nilai tambah saat Anda ingin menjual atau menyewakan rumah. Dengan mengikuti lima tips di atas, Anda membantu menciptakan suasana nyaman dan meningkatkan peluang properti Anda terjual atau tersewa lebih cepat.
Ingin Properti Anda Lekas Terjual? Titip Properti Sekarang di A&A Indonesia!
Ingin menjual atau menyewakan rumah Anda lebih mudah? Titip properti secara gratis sekarang di A&A Indonesia untuk bantuan profesional memasarkan properti Anda!


