Apa itu NJOP? Kalau Anda pernah menerima SPPT PBB (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang), pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah NJOP. Angka NJOP biasanya tercetak jelas di lembaran tersebut, tetapi banyak orang hanya membacanya tanpa benar-benar tahu artinya.
NJOP yang tertera di SPPT bukan sekadar angka saja. Nilai ini bisa memengaruhi besarnya pajak yang Anda bayar setiap tahun, bahkan berdampak pada transaksi jual beli properti.
Nah, supaya tidak bingung lagi, mari kita bahas lebih detail tentang apa itu NJOP, cara penentuannya, siapa penentunya, hingga fungsinya untuk Anda sebagai pemilik properti.
Baca Juga: Cara Cetak SPPT PBB Online Surabaya Secara Mudah dan Cepat
Apa Itu NJOP?

NJOP adalah singkatan dari Nilai Jual Objek Pajak. Secara sederhana, NJOP adalah harga rata-rata tanah dan/atau bangunan di suatu wilayah. Angka ini ditetapkan pemerintah sebagai acuan resmi untuk menghitung pajak bumi dan bangunan (PBB).
Dengan kata lain, NJOP menggambarkan nilai wajar atau patokan sebuah properti menurut pemerintah. Misalnya, jika tanah di area tertentu rata-rata bernilai Rp3 juta per meter persegi, maka NJOP yang berlaku di area tersebut akan mendekati angka tersebut.
Perlu diingat, NJOP seringkali berbeda dengan harga pasar. Harga pasar bisa lebih tinggi karena dipengaruhi faktor permintaan, lokasi strategis, atau kondisi bangunan.
Siapa yang Menentukan NJOP?

Setelah mengetahui apa itu NJOP, saatnya untuk mencari tahu siapa yang menentukan nilai jual objek pajak ini. Ternyata, nilai ini ditentukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan biasanya diperbarui tiap tahunnya.
Baca Juga: Telat Bayar PBB-P2? Ini Cara Menghitung Denda PBB yang Mudah
Aspek-Aspek dalam Penentuan NJOP

Bagaimana pemerintah menentukan NJOP? Nilai Jual Objek Pajak tidak ditetapkan sembarangan. Dilansir dari klikpajak.id dan detikproperti, ada tiga metode utama yang digunakan agar nilai yang ditetapkan bisa mencerminkan kondisi riil di lapangan.
1. Perbandingan Harga dengan Objek Lain
Metode ini dilakukan dengan cara membandingkan harga tanah atau bangunan sejenis yang ada di sekitarnya. Misalnya, jika tanah di kawasan tertentu rata-rata dijual Rp5 juta per meter persegi, maka NJOP untuk tanah di area tersebut juga akan mengacu pada kisaran harga tersebut.
2. Nilai Perolehan Baru
Metode ini digunakan untuk menilai bangunan. Caranya dengan menghitung transaksi pembelian yang dikurangi dengan kondisi fisik properti saat ini.
3. Nilai Jual Pengganti
Metode ini dipakai untuk objek pajak yang memiliki hasil produksi tertentu.
Baca Juga: 4 Cara Mengecek IMB Asli atau Palsu Secara Mudah
Fungsi NJOP

Kenapa NJOP penting dan sering dijadikan acuan? Ada beberapa fungsi utama dari NJOP yang sangat berhubungan dengan kehidupan Anda sebagai pemilik properti.
1. Dasar Perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
NJOP adalah faktor utama dalam menentukan besarnya PBB yang harus Anda bayar setiap tahun. Semakin tinggi NJOP tanah atau bangunan Anda, semakin besar pula nilai pajak yang dikenakan.
2. Acuan dalam Transaksi Jual Beli Properti
Meskipun harga pasar properti bisa berbeda, NJOP sering dijadikan referensi dalam transaksi jual beli. NJOP menjadi patokan harga dari pemerintah dan biasanya lebih rendah dari harga pasar. Sebagai catatan, harga pasar adalah harga jual beli yang asli di lapangan. Itu dia penjelasan lengkap mengenai apa itu NJOP. Jadi, mulai sekarang Anda tidak lagi bingung ketika melihat angka NJOP di lembaran pajak. 
Cari Properti Lebih Mudah dan Aman dengan Agen Properti A&A Indonesia
Agen properti A&A Indonesia tidak hanya membantu Anda dalam menemukan properti impian di Surabaya maupun kota-kota lain. Kami juga akan memastikan klien memahami segala aspek transaksi, seperti soal NJOP, legalitas, dan pajak yang berkaitan dengan properti.
Dengan pemahaman yang benar, penjual maupun pembeli dapat bertransaksi secara aman dan tidak menimbulkan perkara hukum di kemudian hari. Jadi, jangan ragu untuk membeli rumah dijual di Surabaya dan properti lainnya di berbagai wilayah hanya di A&A Indonesia.

