Nilai tukar dolar terhadap rupiah kembali menjadi perhatian masyarakat. Per 20 Mei 2026, nilai tukar USD bahkan sudah menyentuh angka Rp17.661. Kondisi ini membuat banyak orang mulai khawatir terhadap kestabilan ekonomi, termasuk dampaknya terhadap harga kebutuhan, bisnis, hingga investasi.
Di sisi lain, situasi global juga masih dipengaruhi berbagai konflik dan perang yang membuat kondisi ekonomi dunia semakin tidak menentu. Tidak sedikit investor mulai lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan keuangan karena takut aset yang dimiliki mengalami penurunan nilai.
Namun di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil, properti masih sering dianggap sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif kuat untuk jangka panjang. Meski begitu, investor tetap perlu memiliki strategi yang tepat agar investasi properti tetap aman dan berpotensi memberikan keuntungan di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan.
Baca Juga: Dolar Naik, Bagaimana Nasib Harga Rumah di Indonesia?
Tips Investasi Properti Saat Ekonomi Tidak Stabil

1. Pilih Lokasi yang Memiliki Demand Tinggi
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil, lokasi menjadi faktor paling penting dalam investasi properti. Pilih properti di area yang masih memiliki permintaan tinggi seperti dekat pusat bisnis, kampus, kawasan industri, atau area berkembang.
Properti di lokasi strategis biasanya lebih mudah dijual maupun disewakan meskipun kondisi ekonomi sedang lesu. Selain itu, potensi kenaikan harga properti juga cenderung lebih stabil dalam jangka panjang.
2. Fokus pada Properti yang Memiliki Cash Flow
Saat ekonomi tidak menentu, banyak investor mulai lebih berhati-hati dalam menjaga cash flow. Karena itu, properti yang bisa menghasilkan pemasukan rutin seperti rumah kost, ruko, gudang, atau apartemen sewa bisa menjadi pilihan menarik.
Dengan adanya pemasukan bulanan, investor tetap memiliki income meskipun kondisi pasar sedang melambat.
3. Jangan Memaksakan Cicilan di Luar Kemampuan
Salah satu kesalahan yang sering terjadi saat investasi properti adalah mengambil cicilan terlalu besar tanpa memperhitungkan risiko ekonomi. Saat kondisi ekonomi melemah, penghasilan atau bisnis bisa saja ikut terdampak.
Karena itu, pastikan cicilan properti tetap aman dan sesuai kemampuan finansial agar tidak menjadi beban di kemudian hari.
4. Pilih Developer atau Properti yang Kredibel
Di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, penting untuk memilih developer maupun properti yang memiliki reputasi baik. Hal ini dapat membantu meminimalisir risiko proyek mangkrak atau masalah legalitas. Selain itu, properti dari developer terpercaya biasanya memiliki value yang lebih stabil dan lebih diminati pasar.
Baca Juga: Apartemen Low Rise vs High Rise, Apa Saja Perbedaannya?
5. Siapkan Dana Darurat dan Dana Cadangan
Investasi properti membutuhkan kesiapan finansial yang cukup kuat, terutama saat kondisi ekonomi tidak stabil. Jangan menghabiskan seluruh dana hanya untuk membeli properti.
Pastikan Anda tetap memiliki dana darurat maupun dana cadangan untuk menghadapi situasi tidak terduga seperti penurunan bisnis, renovasi mendadak, atau kebutuhan lainnya.
6. Pertimbangkan Properti dengan Potensi Jangka Panjang
Saat kondisi ekonomi tidak stabil, fokus jangka panjang menjadi hal yang penting dalam investasi properti. Hindari terlalu fokus pada keuntungan cepat dan pilih properti yang memiliki potensi berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
Area yang sedang berkembang biasanya memiliki peluang kenaikan harga yang cukup menarik ketika kondisi ekonomi mulai membaik.
7. Gunakan Bantuan Agen Properti Berpengalaman
Membeli properti saat kondisi ekonomi tidak stabil tentu membutuhkan analisa yang lebih matang. Karena itu, menggunakan bantuan agen properti berpengalaman bisa membantu Anda menemukan properti yang lebih aman dan sesuai kebutuhan investasi.
Agen properti juga dapat membantu memberikan insight pasar, potensi lokasi, hingga membantu proses negosiasi agar investasi yang dilakukan lebih maksimal.
8. Manfaatkan Program Pemerintah Seperti PPN DTP untuk Rumah Baru
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil, pemerintah sering menghadirkan stimulus untuk sektor properti, salah satunya program PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah). Program ini biasanya berlaku untuk pembelian rumah baru maupun apartemen baru dari developer yang memenuhi ketentuan pemerintah.
Bagi investor maupun end user yang memang berencana membeli properti primary, program seperti ini bisa menjadi kesempatan untuk menghemat biaya pembelian. Selain membuat transaksi lebih ringan, stimulus properti dari pemerintah juga dapat membantu menjaga pergerakan pasar properti tetap aktif di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Baca Juga: Resmi, Ini Syarat Beli Rumah Dapat Insentif PPN DTP 2026!
Investasi Properti Lebih Aman Bersama A&A Indonesia
Jika Anda sedang mencari properti untuk investasi di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil, A&A Indonesia siap membantu Anda menemukan pilihan properti terbaik sesuai kebutuhan dan budget.
Didukung agen properti berpengalaman dan berbagai pilihan listing rumah, tanah, apartemen, gudang, hingga properti komersial di Surabaya dan sekitarnya, A&A Indonesia siap membantu proses investasi properti menjadi lebih aman, nyaman, dan terpercaya.
Lihat listing terbaru hanya di A&A Indonesia.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Keputusan investasi properti tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan pertimbangan masing-masing. Disarankan untuk melakukan riset dan konsultasi lebih lanjut sebelum membeli properti.


