SLIK OJK (dulu dikenal sebagai BI Checking) memang menjadi salah satu indikator utama bagi pihak kreditur untuk menilai kelayakan calon debitur. Melalui sistem ini, bank dapat melihat apakah seseorang memiliki riwayat pembayaran yang lancar atau pernah mengalami tunggakan.
Namun, faktanya banyak orang yang terhalang dalam mengajukan KPR karena ada kredit macet. Bahkan, memiliki kredit macet di bawah Rp1 juta saja bisa berpotensi ditolak pengajuannya, khususnya untuk KPR subsidi.
Hal ini tercermin dalam pernyataan dari ketua DPP Real Estate Indonesia, Joko Suranto. Dikutip dari detik.com, Joko mengatakan bahwa 80% orang terkendala dalam pengajuan KPR karena adanya tunggakan dengan nominal di bawah Rp1 juta.
Untuk mengatasi permasalahan ini, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) memiliki aturan baru dalam sistem SLIK OJK. Apa aturan barunya?
Baca Juga: Apa Itu BI Checking dan Pengaruhnya ke Pengajuan KPR?
Aturan Baru SLIK OJK

Dilansir dari CNBC Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan kebijakan baru terkait SLIK. Dalam aturan tersebut, hanya kredit dengan nominal di atas Rp1 juta yang akan ditampilkan dalam laporan.
Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam pernyataan resminya. Ia menjelaskan bahwa informasi yang ditampilkan dalam SLIK mencakup kredit di atas Rp1 juta, baik berdasarkan akumulasi catatan kredit debitur maupun baki debetnya.
Selain itu, OJK juga akan mempercepat pembaruan status pelunasan tunggakan. Ke depannya, status kredit akan diperbarui maksimal tiga hari setelah pelunasan dilakukan. Sistem ini direncanakan mulai diimplementasikan pada Juni 2026.
Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam penyediaan tiga juta rumah, sekaligus mempermudah masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), untuk mengakses pembiayaan KPR subsidi dengan lebih mudah dan cepat.
Baca Juga: 4 Cara Cek BI Checking Online Untuk Pengajuan KPR
Tips Lolos Pengajuan KPR
Setelah memahami bahwa kredit macet kecil kini tidak selalu menjadi penghalang, langkah selanjutnya adalah memastikan pengajuan KPR Anda tetap memiliki peluang besar untuk disetujui. Pasalnya, pihak bank sebagai kreditur tetap melakukan penilaian menyeluruh, tidak hanya dari SLIK tetapi juga kondisi finansial secara keseluruhan.
1. Cek Riwayat Kredit di SLIK OJK
Langkah pertama yang penting dilakukan adalah mengecek riwayat kredit Anda melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan mengetahui isi SLIK sejak awal, Anda bisa memahami apakah terdapat catatan kredit yang berpotensi menjadi kendala dalam proses pengajuan KPR.
Selain itu, pengecekan ini juga membantu Anda mengambil langkah antisipasi lebih cepat, seperti melunasi tunggakan atau memperbaiki riwayat pembayaran. Dengan begitu, Anda tidak mengajukan KPR dalam kondisi “blind” tanpa mengetahui penilaian bank terhadap profil finansial Anda.
2. Pastikan Tidak Ada Tunggakan Aktif
Selanjutnya, pastikan tidak ada tunggakan yang masih berjalan sebelum mengajukan KPR. Meskipun aturan terbaru hanya menampilkan kredit di atas Rp1 juta, bank tetap menilai kedisiplinan Anda dalam menyelesaikan kewajiban finansial.
Tunggakan aktif, sekecil apa pun, dapat menjadi pertimbangan negatif bagi pihak kreditur. Oleh karena itu, melunasi seluruh kewajiban terlebih dahulu akan meningkatkan kepercayaan bank dan memperbesar peluang pengajuan Anda disetujui.
3. Jaga Kolektibilitas Tetap Lancar
Menjaga kolektibilitas tetap lancar merupakan faktor krusial dalam penilaian KPR. Status kolektibilitas yang baik menunjukkan bahwa Anda memiliki kebiasaan membayar cicilan tepat waktu dan mampu mengelola keuangan dengan baik.
Sebaliknya, riwayat keterlambatan pembayaran dapat menurunkan skor penilaian Anda di mata bank. Oleh karena itu, penting untuk menjaga konsistensi pembayaran agar tetap berada di kategori lancar (kolektibilitas 1).
4. Siapkan Uang Muka (DP) Lebih Besar
Dari sisi finansial, Anda disarankan untuk menyiapkan uang muka (DP) yang lebih besar saat mengajukan KPR. DP yang tinggi akan mengurangi jumlah pinjaman, sehingga risiko yang ditanggung oleh bank menjadi lebih kecil.
Strategi ini sangat efektif, terutama bagi Anda yang pernah memiliki riwayat kredit kurang baik. Dengan menunjukkan komitmen melalui DP yang lebih besar, peluang persetujuan KPR bisa meningkat secara signifikan.
Baca Juga: Mengenal Pemutihan BI Checking Agar Pengajuan KPR Diterima
5. Pastikan Penghasilan Stabil
Bank akan menilai kemampuan Anda dalam membayar cicilan setiap bulan melalui kondisi penghasilan. Oleh karena itu, pastikan Anda memiliki penghasilan yang stabil dan dapat dibuktikan melalui dokumen seperti slip gaji atau mutasi rekening.
Semakin stabil dan konsisten penghasilan Anda, semakin tinggi tingkat kepercayaan bank terhadap kemampuan bayar Anda. Hal ini menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan apakah pengajuan KPR dapat disetujui atau tidak.
6. Hindari Pengajuan Kredit Berlebihan
Terakhir, hindari mengajukan banyak kredit dalam waktu bersamaan. Terlalu banyak pengajuan dapat memberikan sinyal bahwa Anda sedang membutuhkan dana dalam jumlah besar, sehingga dinilai berisiko oleh pihak bank.
Fokus pada satu pengajuan KPR dengan persiapan yang matang akan memberikan kesan finansial yang lebih sehat. Dengan strategi ini, peluang Anda untuk mendapatkan persetujuan KPR akan jauh lebih optimal.
Cari Rumah Bisa KPR di Surabaya dengan Bantuan Agen Properti A&A Indonesia
Membeli rumah melalui skema KPR menjadi solusi praktis bagi Anda yang ingin segera memiliki hunian tanpa harus menyiapkan dana besar di awal. Dengan sistem pembayaran cicilan, impian memiliki rumah di Surabaya kini semakin mudah dijangkau oleh berbagai kalangan.
Anda bisa menemukan beragam pilihan rumah yang bisa diajukan KPR, baik rumah baru maupun rumah second, melalui A&A Indonesia. Setiap listing telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar, sehingga memudahkan Anda dalam memilih properti yang sesuai dengan budget dan preferensi.
Sebagai agen properti yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam jual beli dan sewa properti, A&A Indonesia siap membantu Anda dalam setiap proses, mulai dari pencarian rumah hingga pengajuan KPR ke pihak bank. Dengan dukungan tim yang profesional, Anda tidak hanya mendapatkan pilihan properti terbaik, tetapi juga pendampingan agar proses pembelian berjalan lebih aman, cepat, dan minim kendala.
Cek pilihan rumah dijual di Surabaya dan kota-kota lainnya hanya di A&A Indonesia.


