Investasi tanah adalah salah satu jenis investasi yang paling menguntungkan. Pada umumnya, harga tanah selalu naik per tahunnya karena banyaknya permintaan kepemilikan tanah.
Membeli tanah perlu langkah yang hati-hati. Selain memilih situs jual beli properti yang terpercaya, Anda juga wajib melakukan riset dengan cara menanyakan berbagai pertanyaan tentang tanah tersebut kepada pemilik atau agen properti.
Mengapa demikian? Pasti Anda sudah pernah mendengar banyaknya kasus penipuan hingga kasus mafia tanah yang ramai di Tanah Air. Dengan menanyakan berbagai hal, Anda bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.
Bingung pertanyaan apa saja yang wajib ditanyakan kepada pemilik tanah? Tenang saja, A&A Indonesia telah merangkum 30 pertanyaan yang wajib ditanyakan kepada pemilik tanah sebelum memutuskan untuk membelinya.
Pertanyaan yang Wajib Ditanyakan Kepada Pemilik Tanah
1. Status Kepemilikan
Yang pertama adalah status kepemilikan tanah. Ini penting karena Anda perlu memastikan bahwa pihak yang menawarkan tanah memang memiliki hak penuh atas lahan tersebut. Apabila tanah tersebut masih tidak jelas kepemilikannya, Anda perlu menghindarinya. Sebab, hal itu bisa menimbulkan sengketa di kemudian hari.
Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan:
- Siapa pemilik sah tanah ini? Apakah atas nama pribadi atau perusahaan?
- Apakah sertifikat tanah sudah dalam bentuk SHM (Sertifikat Hak Milik), HGB (Hak Guna Bangunan), atau masih Girik?
- Apakah tanah sedang dalam sengketa hukum atau menjadi jaminan di bank?
2. Legalitas dan Dokumen
Anda wajib memverifikasi keaslian dan kelengkapan dokumen sebelum memutuskan membeli tanah. Dokumen yang tidak valid atau belum lengkap dapat menghambat proses balik nama atau bahkan membatalkan transaksi secara hukum.
Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan:
- Apakah surat-surat tanah lengkap dan bisa diperiksa?
- Apakah tanah ini sudah dicek keaslian sertifikatnya ke BPN?
- Apakah sesuai dengan peruntukan tata ruang daerah (zonasi pemukiman, industri, dsb)?
3. Luas dan Batas Tanah

Mengetahui luas dan batas fisik tanah sangat penting agar tidak ada kesalahpahaman antara yang tercatat di sertifikat dengan kondisi riil di lapangan.
Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan:
- Berapa luas tanah sesuai sertifikat dan hasil pengukuran petugas di lapangan?
- Apakah batas-batas tanah ditandai dengan patok atau pagar?
- Apakah ada kemungkinan tumpang tindih lahan dengan tetangga?
4. Akses Jalan
Tanah yang tidak memiliki akses jalan legal bisa menyulitkan untuk digunakan atau dibangun. Selain itu, mudahnya akses bisa menjadi nilai tambah jika Anda kembali menjualnya kemudian hari.
Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan:
- Apakah ada akses jalan masuk ke lokasi tanah?
- Apakah jalan tersebut milik umum atau pribadi?
- Apakah cukup untuk dilewati kendaraan roda empat atau lebih?
5. Kondisi dan Risiko Alam
Pertanyaan yang wajib ditanyakan kepada pemilik tanah selanjutnya adalah tentang kondisi dan risiko bencana alam yang terjadi di wilayah itu. Hal ini wajib diketahui agar Anda bisa meminimalisir jika terjadi bencana alam atau tanah yang sulit dibangun karena kondisinya.
Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan:
- Apakah lokasi rawan banjir atau bencana lainnya?
- Apakah jenis tanah memungkinkan untuk pembangunan rumah atau bangunan lain?
- Apakah pernah ada reklamasi atau pengurugan sebelumnya?
6. Lingkungan Sekitar

Lingkungan sekitar berpengaruh pada kenyamanan tinggal maupun prospek investasi. Apakah area tersebut berkembang, sepi, atau dekat dengan fasilitas umum?
Contoh pertanyaan yang bisa Anda tanyakan:
- Bagaimana kondisi keamanan lingkungan sekitar?
- Apakah dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah, pasar, rumah sakit?
- Apakah terdapat pemukiman atau pembangunan aktif di sekitar?
7. Tata Ruang dan Zonasi
Periksa apakah tanah tersebut sesuai dengan zonasi di peraturan tata ruang. Jangan sampai membeli tanah pertanian padahal ingin membangun rumah.
Contoh pertanyaan yang bisa Anda tanyakan:
- Apa peruntukan lahan berdasarkan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang)?
- Apakah bisa dibangun rumah, gudang, atau usaha di atas tanah ini?
- Apakah ada larangan atau batasan dalam penggunaan lahan?
8. Rencana Pengembangan Wilayah

Mengetahui rencana jangka panjang pemerintah untuk wilayah tersebut bisa jadi peluang atau ancaman bagi nilai investasi tanah Anda.
Contoh pertanyaan yang bisa Anda tanyakan:
- Apakah ada rencana pembangunan jalan tol, jalur kereta, atau kawasan industri di sekitar tanah?
- Apakah nilai tanah di area ini meningkat dalam beberapa tahun terakhir?
- Bagaimana perkembangan infrastruktur umum ke depan?
9. Harga dan Nilai Pasar
Jangan hanya melihat harga jual dari agen, tapi bandingkan juga dengan nilai pasaran sekitar agar tidak overprice.
Contoh pertanyaan yang bisa Anda tanyakan:
- Berapa harga tanah ini per meter persegi?
- Bagaimana perbandingannya dengan tanah sejenis di area sekitar?
- Apakah harga masih bisa dinegosiasikan?
10. Biaya Tambahan dan Pajak
Selain harga jual, Anda juga perlu menghitung biaya tambahan yang sering kali muncul saat transaksi properti.
Contoh pertanyaan yang bisa Anda tanyakan:
- Siapa yang menanggung biaya notaris, balik nama, dan BPHTB?
- Apakah PBB sudah dibayar hingga tahun berjalan?
- Adakah biaya lain yang perlu disiapkan?
Itu dia 30 pertanyaan yang bisa Anda tanyakan kepada pemilik tanah sebelum membeli tanah tersebut. Anda bisa memodifikasinya sesuai dengan kebutuhan Anda.
Beli Tanah Secara Aman di Situs Jual Beli Properti A&A Indonesia
Berinvestasi tanah memang menguntungkan, tetapi perlu hati-hati dalam mencari tanah yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Agar terhindar dari penipuan tanah, Anda wajib mencari situs jual beli properti yang terpercaya dan pengalaman seperti A&A Indonesia.
Agen properti berpengalaman kami akan membantu Anda selama proses negosiasi hingga transaksi berhasil. Tunggu apa lagi, lihat listing jual dan sewa tanah A&A Indonesia di laman ini.


