Surabaya Timur terus berkembang sebagai salah satu kawasan properti paling dicari di Kota Pahlawan, dan salah satu pendorong utamanya adalah pembangunan infrastruktur jalan. Selain MERR yang sudah lebih dulu dikenal, ada satu jalur lain yang mulai banyak dibicarakan: OERR, atau Outer East Ring Road.
Jalur OERR Surabaya Timur menjadi salah satu proyek infrastruktur yang banyak diperbincangkan karena dinilai berpotensi mengubah pola mobilitas sekaligus meningkatkan prospek kawasan di sisi timur Kota Surabaya. Bagi masyarakat yang sedang mencari hunian maupun mempertimbangkan investasi properti, perkembangan jalan lingkar ini menjadi informasi yang layak untuk dipantau karena dapat memengaruhi aksesibilitas dan nilai properti di sekitarnya.
Apa Itu Jalur OERR Surabaya Timur?
OERR atau Outer East Ring Road merupakan sebutan yang umum digunakan masyarakat untuk proyek Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) milik Pemerintah Kota Surabaya. Jalan ini dirancang sepanjang sekitar 16,8 kilometer dengan lebar sekitar 60 meter dan melintasi enam kecamatan, yaitu Kenjeran, Bulak, Mulyorejo, Sukolilo, Rungkut, hingga Gunung Anyar.
Tujuan utama pembangunan jalan ini adalah mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama, termasuk MERR, sekaligus membuka akses menuju kawasan pesisir timur Surabaya yang selama ini belum terhubung secara optimal. Dengan adanya jalur baru tersebut, distribusi kendaraan diharapkan menjadi lebih merata sehingga perjalanan menuju berbagai kawasan di Surabaya Timur menjadi lebih efisien.
Baca juga: Tips Cerdas Investasi Properti di Surabaya, Agar Untung Besar
Rute dan Perkembangan Pembangunan OERR
Pembangunan JLLT telah melalui proses yang cukup panjang. Penetapan lokasi (penlok) pertama kali dilakukan pada tahun 2015, namun realisasinya berlangsung secara bertahap karena menyesuaikan kemampuan pembiayaan dan proses pembebasan lahan. Sejauh ini baru dua ruas pendek yang benar-benar terbangun: ruas Bulak sepanjang 850 meter dan ruas Mulyorejo sepanjang 400 meter.
Sementara itu, beberapa segmen lainnya masih berada dalam tahap perencanaan maupun pengkajian. Secara umum, pembangunan dibagi ke dalam beberapa segmen agar dapat dikerjakan secara bertahap.
Pembangunan JLLT direncanakan terbagi dalam 3 segmen, masing-masing ditarget rampung dalam ±5 tahun. Menurut Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, segmen 2 sudah paling maju progresnya, mencakup:
-
Ruas 3: Jalan Pantai Ria Kenjeran – Jalan Kalisari Utara 1
-
Ruas 4: Jalan Kalisari Utara 1 – Jalan Raya Kalisari Dharma
Sementara segmen 1 (terbagi 3 rute) baru akan digarap pada tahap berikutnya.
Agustus 2024, Wali Kota Eri Cahyadi mengusulkan pergeseran rute JLLT ke sisi luar pesisir timur Surabaya (Pamurbaya) menjauh dari rencana awal yang melintas dekat MERR. Menurutnya, pergeseran ini bisa menekan biaya pembangunan hingga hampir 30 persen.
Estimasi kebutuhan anggaran proyek JLLT masih bervariasi di berbagai sumber. Beberapa pemberitaan menyebut kebutuhan pembebasan lahan mencapai sekitar Rp7 triliun, sementara sumber lain memperkirakan total nilai proyek sekitar Rp6 triliun. Perbedaan ini terjadi karena cakupan perhitungan dan waktu pemberitaan yang berbeda, sehingga besaran anggaran dapat berubah mengikuti perkembangan kajian dan perencanaan pemerintah.
April 2025, muncul perkembangan baru: penlok lama sudah kedaluwarsa (berlaku 2 tahun) sehingga Pemkot Surabaya melakukan pengkajian ulang. Dari situ muncul pembagian konsep baru rute dari Tanjung Perak hingga perbatasan Surabaya-Sidoarjo yang tetap disebut JLLT (berfungsi sebagai jalan arteri sekunder), sementara rute asli dari Juanda ke Tanjung Perak yang berdekatan dengan pesisir Pamurbaya diusulkan menjadi ruas tersendiri bernama SERR (Surabaya East Ring Road). Karena proyek ini masih berada dalam tahap pengembangan, rute maupun skema pembangunannya masih dapat mengalami penyesuaian mengikuti kebijakan pemerintah.
Karena proyek masih terus berkembang, masyarakat yang ingin mengikuti perkembangannya disarankan untuk selalu memperbarui informasi melalui sumber resmi pemerintah maupun media yang kredibel.
Baca juga: The Grand Kenjeran: Perumahan Mewah dengan Lapangan Golf di Surabaya Timur
Dampak OERR terhadap Properti di Surabaya Timur
Pola yang sudah terlihat di berbagai kawasan berkembang juga berpotensi terjadi di sekitar jalur OERR. Kehadiran infrastruktur baru umumnya mampu meningkatkan aksesibilitas suatu kawasan, yang pada akhirnya dapat mendorong meningkatnya minat masyarakat maupun investor terhadap properti di sekitarnya.
Hal ini sejalan dengan yang pernah dibahas pada artikel dibukanya Park Shanghai di Pakuwon City, di mana penambahan fasilitas maupun infrastruktur baru memberikan dampak positif terhadap prospek properti di kawasan sekitarnya. Dengan adanya OERR, kawasan yang dilalui maupun berada di sekitar jalur tersebut juga memiliki potensi perkembangan serupa seiring meningkatnya aksesibilitas wilayah.
Kawasan yang Berpotensi Diuntungkan Jalur OERR
Sejumlah kawasan di Surabaya Timur diperkirakan akan memperoleh manfaat dari pembangunan jalur OERR karena berada di sekitar lintasan maupun memiliki akses yang lebih mudah menuju jalan tersebut.
Beberapa di antaranya meliputi:
-
Grand Eastern, Sukolilo
Berlokasi di Keputih, Sukolilo, disebut sebagai salah satu titik strategis yang berada persis di jalur OERR, dengan prospek nilai properti yang terus meningkat seiring perkembangan kawasan ini. -
Kawasan dekat kampus seperti yang dibahas di 5 Perumahan di Surabaya Timur Dekat Kampus
Area di sekitar ITS, Universitas Airlangga, dan berbagai perguruan tinggi lainnya berpotensi memperoleh kemudahan mobilitas bagi mahasiswa, tenaga pendidik, maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut. -
Area pergudangan di Surabaya Timur
Sektor logistik juga diperkirakan akan memperoleh manfaat dari tersedianya jalur alternatif distribusi barang selain akses menuju jalan tol yang telah tersedia sebelumnya.
Perlu dipahami bahwa manfaat tersebut akan semakin terasa seiring berjalannya proses pembangunan dan penyelesaian seluruh segmen jalan yang direncanakan pemerintah.
Baca juga: Calliodra Co-Living: Rukost Untuk Usaha Kost di Surabaya Timur
OERR Menjadi Infrastruktur yang Layak Dipantau
Pembangunan Jalur OERR Surabaya Timur menunjukkan bahwa kawasan timur Kota Surabaya masih memiliki potensi perkembangan yang besar dalam beberapa tahun mendatang. Walaupun proyek ini masih berada dalam tahap pengembangan dan beberapa rencana masih dapat berubah, keberadaan infrastruktur baru tetap menjadi salah satu indikator penting bagi masyarakat yang ingin membeli rumah maupun berinvestasi properti.
Memahami perkembangan proyek seperti OERR dapat membantu calon pembeli mengambil keputusan yang lebih tepat, terutama ketika mempertimbangkan lokasi dengan prospek pertumbuhan jangka panjang.
Temukan Properti Potensial Bersama A&A Indonesia
Berencana membeli rumah atau mencari investasi properti di Surabaya Timur? Tim profesional A&A Indonesia siap membantu Anda menemukan properti yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi investasi yang menjanjikan.
Mulai dari rumah, tanah, ruko, hingga properti komersial di berbagai kawasan strategis Surabaya, A&A Indonesia siap mendampingi proses pencarian hingga transaksi secara profesional. Hubungi tim A&A Indonesia sekarang dan temukan peluang investasi properti terbaik di Surabaya Timur.
Sumber Referensi
Pemerintah Kota Surabaya. 2024. Geser Rute JLLT Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Tekan 30 Persen Biaya Pembangunan.
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. 2024. Geser Rute JLLT Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Tekan 30 Persen Biaya Pembangunan.
Suara Surabaya. 2025. Eri Cahyadi: OERR Perlu Rp6 Triliun, Tak Bisa Dikerjakan Hanya dengan APBD Surabaya.


