
ID : AA043126
Angsuran Bulanan:
IDR 0
Total Bunga:
IDR 0
Total Pembayaran:
IDR 0
Angsuran per Tahun:
IDR 0
Dijual bangunan peleburan besi di Jetis, Mojokerto. Luas tanah 7000m². Fasilitas lengkap siap pakai. Daya listrik PLN 555 KVA, Hoist 5 Ton, Trafo 3 Buah + Gardu, dan Tungku Masak. Bangunan sudah berdiri dan infrastruktur industri sudah komplit. Lokasi di kawasan industri Mojokerto, akses truk dan kontainer mudah. Cocok untuk dilanjutkan usaha peleburan, fabrikasi besi, atau industri berat lainnya. Legalitas dan izin bisa dicek langsung. Lingkungan industri, tidak ada kendala operasional.
Lokasi strategis di poros industri Jawa Timur. 10 menit ke Tol Mojokerto, 20 menit ke Tol Krian dan Tol Surabaya - Mojokerto. 30 menit ke Pelabuhan Tanjung Perak dan Kawasan Industri Sidoarjo. 1 jam ke Bandara Juanda. Mojokerto adalah pusat industri logam dan peleburan di Jatim dengan SDM dan supplier melimpah. Dekat dengan pemasok bahan baku dan pasar. Akses jalan besar untuk armada industri. Listrik besar 555 KVA sudah terpasang, hemat waktu dan biaya setup.
Harga 19 Miliar Nego. Dengan luas 7000m² + trafo, hoist, gardu, dan tungku, harga ini sangat kompetitif untuk aset industri siap produksi. Tidak perlu bangun dari nol dan urus daya besar. Peluang bagus untuk ekspansi atau ambil alih usaha berjalan. Jika Anda tertarik untuk memiliki pabrik ini atau ingin mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi kami untuk info lebih lanjut dan jadwalkan survei lokasi.



A&A Indonesia adalah agen properti di Surabaya sejak 2006 dan anggota AREBI. Kami membantu Anda membeli, menjual, dan menyewakan properti, mulai dari pencarian dan negosiasi hingga pengurusan legalitas, dengan budaya kerja GROWTH: Growth Mindset, Reset, Ownership, Work Smart, Technology, dan High Performance Culture.
Ingin berkarier sebagai agen properti? Bergabunglah bersama A&A Indonesia. Melalui pelatihan digital A&A Akademi dan sistem pemasaran digital yang terintegrasi, kami membentuk Anda menjadi agen properti profesional.
© 2026 A&A Indonesia. Hak Cipta Dilindungi.